Rabu, 23 November 2011

Aku,,Kau,,Diriku,, Dirimu...

Aku hanyalah aku
Diriku hanyalah diriku
Setiap apa yang kau ucapkan tentangku
Hanya akulah yang tau dengan jawabku
         Kau hanyalah kau
         Dirimu hanyalah dirimu
         Kau takkan pernah tau siapa aku
         Dan kau takkan pernah tau sejatinya diriku
Aku dan kau tak akan pernah satu
Diriku dan dirimu tak akan tahu
Karena aku dan kau hanyalah semu
Karena itu Diriku dan Dirimu tak akan berpadu

Rabu, 16 November 2011

Epilog Berteteskan Air Mata

Setiap hembusan nafasku
Langkah kakiku tak temukan titik tujuan
Berliku dan banyak aral menghadang
Seperti kisah cintaku…
Oh… dikau
Sulitkah cinta kita bersatu??
Ungkapan kasih sayangku
Mungkinkah ini semu??
Aku tidak berdusta perasaanku
Kini hampa dan harus kulewati kembali
Sepinya hati tanpa dirimu lagi
Meski berat kurasakan
Sendiriku terpuruk tanpa kasih sayangmu




Selasa, 15 November 2011

Dalam Angan yang Berbicara

Dari semua hati yang telah ku jelajahi
Taka ada yang seindah dan semanis hati ini
Hati yang selalu memberi harapan untuk maju
Namun… mengapa hati ini berubah menjadi semu dan kelabu???
Apa ini salahku???
Ataukah ini salah orang itu???
Semua ini hanya Aku yang tau
Tapi mengapa harus selalu aku???
Tapi tak apalah bila harus begitu
Hidup penuh dengan teka-teki palsu!!! Palsu!!!
Dan hati yang selalu meragu
Kadang ingin sekali hati ini marah karnamu!!!


                                                                       

Senin, 07 November 2011

Melati dalam ingatanku.

Dalam angan kosong
Ku ukir sebuah nama
Nama yang takkan pernah
Dan takkan bisa terhapus
Apa sebenarnya arti nama itu??
Hanya sebuah nama biasa saja
Yang semua orang dapat mengucapkannya
Namun… berbeda dengan hatiku
Nama itu sangat berarti dan berharga
 Didalam sejarah hidupku

Minggu, 06 November 2011

Tokoh Komputer

CHARLES BABBAGE 1792-1871


Penemu Inggris Charles Babbage
menyelesaikan prinsip-prinsip pemakaian umum komputer digital seabad penuh sebelum perkembangan besar-besaran mesin hitung elektronik terjadi. Mesin yang dirancangnya, yang diberinya nama "mesin analitis" pada pokoknya mampu melaksanakan apa saja yang bisa dilakukan kalkulator modern (meski tidak sama cepatnya, karena "mesin analis" bukanlah dirancang untuk bertenaga listrik). Sayangnya, berhubung teknologi abad ke-19 belumlah cukup maju, Babbage tidak sanggup merampungkan konstruksi "mesin analis" itu, selain memang tidak bisa tidak memerlukan waktu dan biaya besar. Sesudah matinya, gagasannya yang begitu cemerlang nyaris dilupakan orang.


Tahun 1937, tulisan-tulisan Babbage menjadi perhatian Howard H. Aiken, sarjana tamatan Harvard. Aiken yang juga sedang mencoba menyelesaikan rancangan mesin komputer, tergerak banyak oleh gagasan-gagasan Babbage. Bekerjasama dengan IBM, Aiken sanggup membuat Mark I, komputer pertama untuk segala keperluan. Tahun 1946, dua tahun sesudah Mark I dioperasikan, kelompok insinyur dan penemu lain menyelesaikan ENIAC, mesin hitung elektronik pertama. Sejak saat itu, kemajuan teknologi komputer berkembang dengan derasnya.


Karena mesin hitung punya pengaruh begitu besar di dunia, malahan akan menjadi lebih penting lagi di masa-masa depan, saya berniat memasukkan Charles Babbage dalam daftar urutan pokok buku ini. Tetapi, sesudah mempertimbangkan dari segala sudut, saya berkesimpulan bahwa sumbangan pikiran Babbage terhadap perkembangan komputer tidaklah lebih besar ketimbang Aiken atau ketimbang John Mauchly dan J.O. Eckert (yang merupakan tokoh utama dalam perancangan ENIAC). Atas dasar itu paling sedikit ada tiga pendahulu Babbage (Blaise Pascal, Gottfried Leibniz dan Joseph Marie Jacquard) sudah membuat sumbangan yang setara dengan Babbage. Pascal, seorang matematikus, filosof dan ilmuwan Perancis menemukan mesin penjumlahan mekanis bahkan jauh di tahun 1642. Di tahun 1671 Gottfired Wilhelm Von Leibniz, seorang filosof dan matematikus merancang mesin yang dapat menjumlah, mengurangi, mengalikan dan membagi. Leibniz juga orang pertama yang menunjukkan arti penting "sistem binary," yaitu sistem penjumlahan dengan dua "digit" yang dalam jaman modern ini secara luas digunakan dalam mesin komputer. Dan orang Perancis lainnya, Jacquard, yang di awal abad ke-19 sudah menggunakan sistem pengisian komputer untuk mengawasi alat tenun. Alat tenun Jacquard yang laku deras secara komersial, punya pengaruh besar terhadap pemikiran Babbage. Boleh jadi mempengaruhi juga Herman Hollerith, seorang Amerika yang di penghujung abad ke-19 menggunakan sistem pengisian komputer untuk membuat kolom-kolom data di Biro Sensus.


Jasa terhadap pengembangan komputer modern karena itu harus dibagi kepada beberapa orang, meski masing-masingnya punya sumbangan penting tersendiri. Tetapi, tak satu pun secara menyolok lebih menonjol dari lainnya. Baik Babbage maupun lainnya tampaknya tak layak untuk dimasukkan dalam bagian pokok dalam daftar urutan buku ini.
Projek Rekonstruksi Mesin Differensial Babbage